DIMENSI PERMASALAHAN PEMBENTUKAN KOMPONEN CADANGAN (Catatan Kritis Hasil Diskusi dalam Kegiatan Inaugural Asia and South West Pacific Region Reserve Capability Forum ) Oleh: Kolonel Caj K.D. Andaru Nugroho, S.Sos. M.Si. * ) PENDAHULUAN Pada tanggal 30 dan 31 Juli 2010 Australia menginisiasi sebuah kegiatan yang bertujuan untuk saling tukar menukar informasi tentang tentara cadangan di negara-negara di Asia Pasifik melalui kegiatan “ Inaugural Asia and South West Pacific Region Reserve Capability Forum 2010 ”. Tema kegiatan tersebut: “ We are Here to Help Reservists and Their Employers ”. Kegiatan tersebut direncanakan rutin tiap tahun dan pada saat inisiasi dihadiri oleh 9 delegasi dari Philipina, Pakistan, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Indonesia, dan Selandia Baru, serta Australia selaku tuan rumah. Pokok-pokok bahasan dalam sesi diskusi mencakup pengintegrasian tentara cadangan dalam tentara reguler, pendidikan dan pelatihan, dan penggunaan kemampua...
Oleh: Dr. Ir. Pos M. Hutabarat * ) PENDAHULUAN Sejak Bretton Wood System dirancang pada tahun 1944, tak terbayang momentum Globalisasi sefenomenal runtuhnya tembok Berlin yang merupakan ikon perang dingin, sehingga mengakibatkan segala kemungkinan akan masa depan dunia terbuka. Dari semua opsi kemungkinan itu, dunia menganggap Amerika sebagai kutub kekuatan yang memenangkan perang dingin akan menjadi negara adhi kuasa dan menjadi polisi dunia. Dalam perkembangannya, ternyata dunia justru menjadi multipolar. Benar memang Amerika dengan keadhidayaannya mampu menggalang kekuatan untuk menyerang Irak, dan melakukan berbagai upaya untuk menggalang opini terhadap negara yang melawan kepentingan nasionalnya seperti Iran, tetapi justru dengan itu banyak negara yang berpendirian lain melakukan kebijakan berbeda meskipun tidak konfrontatif. Di sisi lain ternyata ada kekuatan-kekuatan diaspora, seperti individu-individu yang memiliki akses dan kekuatan ekonomi sehi...
Oleh: K.D. Andaru Nugroho *) UANG RAKYAT YANG TAK BEKERJA Ketika Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa terdapat Rp285,6 triliun dana pemerintah yang mengendap di bank komersial per Agustus 2025, publik terhenyak. Angka ini naik dari posisi Desember 2024. Uang sebesar itu — yang semestinya menggerakkan pembangunan, subsidi, dan pelayanan publik — justru tertidur di rekening perbankan. Fenomena ini bukan sekadar anomali fiskal, melainkan potret buram tata kelola keuangan negara. Ia menimbulkan serangkaian pertanyaan mendasar: bagaimana uang sebesar itu bisa “terlupa” di bank komersial? Apakah ini kelalaian sistem atau kesengajaan yang dibungkus prosedur? Dan yang paling penting — siapa yang diuntungkan dari uang yang tak bekerja ini? Kasus ini menguji kejujuran pemerintah terhadap amanah publik. Sebab uang rakyat yang mengendap adalah pembangunan yang tertunda, harapan yang menggantung, dan kepercayaan yang terkikis. MENGAPA DANA PUBLIK MENG...
Komentar
Posting Komentar