Postingan

Ketika rezim jadi sasran intelijen asing

  Ketika Rezim Jadi Target: Membaca Pola Intelijen Asing dan Implikasinya bagi Indonesia Oleh: K.D. Andaru Nugroho Bayang-Bayang Operasi Intelijen Asing dalam Sejarah Sejarah politik dunia sering kali ditulis dengan tinta samar, di balik layar diplomasi dan peperangan terbuka. Banyak rezim yang tampak stabil akhirnya tumbang bukan karena invasi militer, melainkan karena operasi intelijen asing yang bekerja senyap. Polanya berulang: sebuah negara dianggap tidak sejalan dengan kepentingan global tertentu, lalu mesin penggulingan mulai dijalankan. Iran pada 1953 adalah salah satu contoh paling klasik. Perdana Menteri Mohammad Mossadegh yang berani menasionalisasi minyak, akhirnya dijatuhkan melalui kombinasi propaganda, pembelian loyalitas elit, hingga pengerahan massa. Di Chili, Presiden Salvador Allende diguncang krisis politik-ekonomi hingga akhirnya digulingkan junta militer pada 1973. Ukraina 2014 pun memperlihatkan pola serupa, ketika protes rakyat bercampur dengan dukungan asi...

Peningkatan Status Komponen Pendukung

  “ Peningkatan Status Komponen Pendukung Menjadi Komponen Cadangan: Pilar Penguatan Pertahanan Negara Semesta ” Oleh: K. D. Andaru Nugroho Pendahuluan Dalam sistem pertahanan negara yang bersifat semesta, setiap warga negara dan segenap sumber daya nasional memiliki kedudukan strategis untuk berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah. Konsep pertahanan semesta tidak hanya menempatkan Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebagai garda utama, tetapi juga melibatkan unsur cadangan dan pendukung yang terorganisasi. Di tengah meningkatnya kompleksitas ancaman militer dan hibrida—yang mencakup serangan fisik, siber, ekonomi, hingga disinformasi—penguatan daya tangkal nasional membutuhkan sinergi lintas unsur secara menyeluruh dan terencana. Komponen Pendukung (Komduk) merupakan salah satu elemen vital dalam struktur pertahanan negara. Komduk tidak terbatas pada sumber daya manusia saja, melainkan mencakup juga sumber daya alam strategis, sumber daya buatan, serta sarana da...

IRONi AGUSTUS: ANTARA PERAYAAN KEMERDEKAAN, LUKA SOSIAL, DAN PENGABAIAN TUJUAN BERBEGARA

 Ironi Agustus: Antara Perayaan Kemerdekaan, Luka Sosial, dan Pengabaian Tujuan Bernegara Oleh: K.D. Andaru Nugroho* Agustusan, Sebuah Momentum Bulan Agustus selalu menjadi bulan yang sarat makna bagi bangsa Indonesia. Setiap tahunnya, rakyat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan dengan semarak. Bendera merah putih berkibar di tiap sudut negeri, anak-anak hingga orang tua mengikuti lomba kampung, dan suasana penuh kebersamaan seolah menjadi tanda syukur atas nikmat merdeka. Tidak hanya itu, di bulan ini juga diperingati hari-hari penting seperti HUT DPR RI (29 Agustus), Hari Veteran Nasional (10 Agustus), HUT Komnas HAM (23 Agustus), dan Hari Pramuka (14 Agustus). Namun, di balik gegap gempita tersebut, ada ironi yang mengusik. Pada saat yang sama, di sejumlah daerah pecah demonstrasi rakyat yang berujung ricuh dan menelan 10 korban jiwa. Sementara pejabat negara sibuk dengan seremoni, rakyat kecil justru berhadapan dengan aparat karena menuntut hak dasarnya. Fenomena ini me...

Krisis Makna Bela Negara

 KRISIS MAKNA BELA NEGARA Oleh KD Andaru Nugroho  15 Agt 2025 11:00 WIB  · Artikel Opini KOMPAS Delapan dekade setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, Indonesia masih saja berdiri di persimpangan antara harapan dan kenyataan. Bung Karno pernah menyebut kemerdekaan sebagai jembatan emas menuju keadilan dan kemakmuran. Namun, seperti jembatan yang dibangun tergesa dan diabaikan pemeliharaannya, perjalanan menuju cita-cita kemerdekaan kini terasa goyah, licin, bahkan sesekali terasa membingungkan. Kekayaan sumber daya alam yang melimpah belum otomatis menjadi jaminan kesejahteraan. Layanan publik yang seharusnya menjadi cermin keberpihakan negara justru kerap menjadi panggung frustrasi rakyat. Korupsi, ketimpangan, dan pelayanan negara yang tambal sulam telah memudarkan makna ”kehadiran negara” bagi banyak warga. Yang lebih mengkhawatirkan, negara tetap menuntut rakyat untuk ”membela”, tanpa pernah serius bertanya apakah negara ini masih layak dibela dengan sepenuh jiwa dan raga...
Gambar
 sambungan....... PERKEMBANGAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MENGATUR  KOMPONEN CADANGAN Diolah kembali dari bahan Tim Penyusun RUU Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan dan Keamanan Negara RI
Gambar
  PERKEMBANGAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MENGATUR KOMPONEN CADANGAN Diolah kembali dari bahan Tim Penyusun RUU  Ketentuan-Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara Republik Indonesia bersambung.....
Gambar
FOTO KEGIATAN ARDEX CAMBODIA TAHUN 2006 Briefing situasi Kesiapan Tim Recue Situasi Situasi Situasi Protokoler Penyerahan Laporan Delegasi Indonesia